Notification

×

Iklan utama destop

Utama Mobile

Indeks Berita

Komisi IV DPRD Pasuruan Tekankan Sinergi Pendidikan Formal dan Non-Formal dalam Podcast JAWARA

Senin, 23 Februari 2026 | 06:18 WIB Last Updated 2026-02-24T01:10:17Z
Dialog santai bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan dalam acara Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) 

Pasuruan — Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan pentingnya sinergi antara pendidikan formal dan non-formal sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) bersama Potret Media yang digelar di Cafe Omah Mbah Sutinem, Minggu (22/2/2025).

Anggota Komisi IV, A. Wasik Rahman Hamzah, menilai perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan dalam satu tahun terakhir menunjukkan arah positif. Menurutnya, pendidikan formal maupun non-formal harus berjalan beriringan, mengingat Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai daerah religius dengan ribuan madrasah diniyah, TPQ, dan pondok pesantren.

“Pendidikan formal dan non-formal tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pendidikan akademik membangun kecerdasan, sementara pendidikan keagamaan memperkuat akhlak dan karakter generasi muda.” ujarnya.


Sementara itu, Tri Laksono Adi Priyanto menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat komunikasi langsung dengan lembaga pendidikan guna memahami kebutuhan di lapangan. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 5.642 lembaga pendidikan di Kabupaten Pasuruan, mencakup satuan formal dan non-formal mulai dari Kelompok Bermain (KB), PAUD, SD/MI, hingga pendidikan menengah. Adapun SMA dan SMK berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dengan jumlah lembaga pendidikan yang sangat besar, koordinasi dan komunikasi menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara merata.” kata Anggota Legislatif dari fraksi Golkar ini.

Senada dengan itu, Moh. Atho’illah Mawardi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan bergantung pada sinergi tiga pilar utama, yakni tenaga pendidik, pemerintah, dan masyarakat.

“Pendidikan akan berhasil jika tiga pilar utama berjalan bersama. Guru, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.” katanya.

Ia juga menyoroti peran strategis lembaga pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Dengan identitas Pasuruan sebagai kota santri, keseimbangan antara pendidikan akademik dan pembinaan akhlak dinilai menjadi kunci mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui forum dialog publik tersebut, Komisi IV DPRD berharap pembangunan pendidikan di Kabupaten Pasuruan terus diperkuat melalui kolaborasi semua pihak, sehingga mampu melahirkan generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. (Red*)
×
Berita Terbaru Update
/* script Youtube Responsive */