| Kebakaran menewaskan pemilik rumah |
MOJOKERTO – Insiden kebakaran maut melanda sebuah rumah di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut mengakibatkan pemilik rumah, Markonah (52), meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan yang hangus dilalap si jago merah.
Menurut keterangan saksi di lokasi, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh isi rumah yang dihuni oleh tiga orang, yakni Markonah, ibunya yang bernama Siatun (75), dan anak korban.
Saat api mulai mengepung bangunan, Siatun dan cucunya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
Namun, nasib nahas menimpa Markonah. Ia diduga terjebak di tengah kobaran api saat berusaha mengevakuasi diri, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian bersama barang-barang berharga yang tidak sempat terselamatkan.
Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya guna mencegah perambatan, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk.
Tak lama berselang, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan dari Integritas Sukarelawan Mojokerto (ISM) dan PMI tiba di lokasi untuk menjinakkan api.
Bagus, salah satu anggota relawan ISM, menyatakan bahwa fokus utama tim gabungan adalah melokalisir api agar tidak merembet ke hunian warga lainnya.
"Kami bersama anggota PMI, petugas Damkar, dan jajaran lainnya berusaha semaksimal mungkin di lapangan. Kami juga turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Markonah dalam musibah ini," ujar Bagus.
Selain merenggut nyawa, kebakaran tersebut juga menghanguskan seluruh perabotan rumah serta dua unit sepeda motor milik korban. Total kerugian materiil hingga kini masih dalam proses pendataan.
Jenazah Markonah telah dievakuasi oleh tim PMI ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk menjalani proses visum.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Jetis bersama Tim Inafis Polres Mojokerto telah berada di lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api. (Sug/Red)




