| Foto Saat rekaman Pemukulan Terjadi |
PASURUAN –Terlihat pada rekaman CCTV tanggal 2 April 2026 jam 11:20 siang, diduga seorang oknum Kepala Desa di Gempol, Bukannya menjadi pengayom dan teladan bagi warganya justru mempertontonkan aksi premanisme yang memuakkan. Sebuah rekaman CCTV yang viral di media sosial memperlihatkan tindakan brutal menganiaya seorang pekerja pabrik di area PT Samiplast, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Aksi Koboi di Lingkungan Kerja
Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas sosok yang diduga kuat sebagai Kades Gempol kehilangan kendali. Tanpa mempedulikan statusnya sebagai pejabat publik, ia secara beringas melakukan kontak fisik terhadap pekerja pabrik yang tak berdaya. Tidak berhenti di situ, oknum ini juga terekam melakukan pengrusakan fasilitas di area pabrik, menciptakan suasana mencekam di lokasi kejadian.
Insiden ini memicu gelombang kemarahan warganet. Banyak yang menyayangkan bagaimana yang diduga seorang pemimpin tingkat desa, yang digaji dari pajak rakyat, justru menggunakan otot daripada otak dalam menyelesaikan masalah.
"Seharusnya pejabat itu melindungi warganya, bukan malah mendatangi tempat kerja orang dan main pukul seperti preman pasar," ungkap salah satu warga.
Hukum Jangan Tebang Pilih
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau permohonan maaf dari pihak terkait aksi memalukan tersebut. Bungkamnya pihak terkait justru semakin memperkeruh suasana dan memicu dugaan adanya upaya menghindar dari tanggung jawab.
Kini, bola panas ada di tangan aparat penegak hukum. Masyarakat menuntut keadilan nyata, apakah hukum tetap tegak, atau justru tumpul karena pelaku diduga memiliki jabatan? Publik mendesak pihak kepolisian segera menyeret yang diduga oknum kades arogan ini ke jalur hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah mencederai marwah pejabat publik. (Sug/*Red)




