| Podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) dengan Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan. |
Pasuruan – Isu toleransi sosial dan keharmonisan lingkungan menjadi fokus pembahasan dalam Podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) yang digelar di wilayah Kecamatan Purwodadi pada pukul 08.00 WIB. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari unsur legislatif dari Komisi I guna membahas dinamika sosial pada bulan Ramadan di Kabupaten Pasuruan. Rabu (25/2/2026)
Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi I, Rudi Hartono, Anggota Komisi I, H. Jumain, dan Anggota Komisi I, Febri Irawan Darwis. Mereka menyoroti pentingnya menjaga ketertiban sosial sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang dikenal religius dan berkarakter santri.
Menjaga Ketertiban Tanpa Mengganggu Keharmonisan
Rudi Hartono menjelaskan bahwa penertiban warung makan yang buka pada siang hari selama Ramadan kerap memicu polemik di masyarakat.
“Penegakan norma harus dilakukan secara bijak dan humanis. Tujuannya bukan menekan pelaku usaha kecil, tetapi menjaga ketertiban dan menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pendekatan persuasif dan edukatif lebih efektif dibanding tindakan represif.
Peran Tokoh Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial
H. Jumain menilai tokoh masyarakat dan lingkungan RT/RW memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Pasuruan dikenal sebagai kota santri. Nilai toleransi dan saling menghormati harus terus dijaga agar tidak terjadi gesekan sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak warga untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan pandangan.
Fenomena Sound Horeg dan Patrol Sahur
Sementara itu, Febri Irawan Darwis menyoroti penggunaan sound horeg yang kerap digunakan saat patrol sahur. Menurutnya, tradisi tersebut perlu diatur agar tidak menimbulkan gangguan kenyamanan warga.
“Patrol sahur adalah tradisi positif yang membangunkan warga untuk sahur. Namun penggunaan sound horeg harus mempertimbangkan batas kebisingan dan waktu agar tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan aparat desa dan kepolisian penting untuk menjaga keseimbangan antara tradisi dan kenyamanan lingkungan.
Ranah Pengawasan dan Kebijakan
Isu toleransi sosial dan keharmonisan lingkungan ini dinilai berkaitan dengan fungsi pengawasan dan ketertiban umum yang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pasuruan, khususnya dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Melalui diskusi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga toleransi, menghormati praktik ibadah, serta merawat tradisi lokal tanpa mengabaikan kenyamanan lingkungan.
Podcast JAWARA menjadi ruang dialog publik yang mempertemukan aspirasi masyarakat dengan pemangku kebijakan, guna memperkuat nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Pasuruan. (Red*)




