| Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, HM. Yusuf Daniyal. |
Pasuruan — Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menilai pengembangan rest area strategis dapat menjadi wajah baru pariwisata daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam acara Podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) bersama Potret Media, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, HM. Yusuf Daniyal, menegaskan bahwa posisi Kabupaten Pasuruan yang dilintasi arus kendaraan antarwilayah merupakan peluang ekonomi yang sangat besar.
“Kabupaten Pasuruan ini berada pada jalur strategis dan menjadi pintu menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Setiap hari ribuan kendaraan melintas. Jika kita mampu menghadirkan rest area yang representatif, maka kendaraan yang selama ini hanya lewat bisa berhenti dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa rest area tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat parkir dan fasilitas sanitasi, tetapi harus dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan promosi daerah.
“Rest area harus kita dorong menjadi ruang yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM lokal. Ketika pengunjung berhenti, berbelanja, dan mengenal produk Pasuruan, di situlah ekonomi rakyat bergerak,” katanya.
Menurutnya, keberadaan rest area juga dapat meningkatkan citra daerah apabila ditata secara bersih, modern, dan ramah pengunjung.
“Kita ingin rest area ini menjadi wajah kebanggaan Pasuruan. Orang yang singgah tidak hanya beristirahat, tetapi juga merasakan identitas daerah kita,” tegasnya.
Dalam aspek pengawasan, Komisi III DPRD memastikan bahwa perencanaan dan pembangunan rest area harus berjalan sesuai tahapan dan tepat sasaran.
“Kami di DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran. Program ini harus terencana dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek,” jelasnya.
Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan optimistis bahwa pengembangan rest area yang dikelola secara profesional akan memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
“Harapan kami, rest area di Pasuruan ke depan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi menjadi tempat yang membanggakan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Sug/Red)




