| Gambar Istimewa |
Pasuruan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden ternyata belum dirasakan secara merata. Di Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, ratusan siswa madrasah merasa diperlakukan bak "anak tiri" lantaran belum tersentuh program tersebut, di saat siswa di lembaga pendidikan lain sudah hampir dua bulan menikmatinya.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, Selasa (9/12/2025), ketimpangan distribusi ini terlihat jelas di sejumlah lembaga pendidikan berbasis agama. Dua lembaga yang terpantau belum menerima jatah MBG hingga saat ini adalah MTs. Nurul Qodim di Desa Tamansari dan MTs Hidayatul Mubtadiin di Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo.
Para siswa di kedua lembaga tersebut hanya bisa menelan ludah dan berangan-angan, sementara rekan-rekan mereka di sekolah lain sudah kenyang menikmati fasilitas negara tersebut setiap harinya.
Seorang siswa dari salah satu madrasah tersebut, yang ditemui saat pulang sekolah, tak dapat menyembunyikan keheranannya. Ia mempertanyakan status sekolahnya yang seolah dikesampingkan.
"Siswa di sekolah lain kok sudah dapat ya? Tapi di sekolah kami kok masih belum. Apa karena kami dari sekolah swasta ya?" ungkap siswa tersebut dengan nada heran.
Lebih lanjut, siswa tersebut juga menyoroti keberadaan dapur umum atau Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Menurut informasinya, terdapat dua titik SPPG di wilayah Wonorejo. Hal ini memunculkan spekulasi mengenai mekanisme distribusi yang diterapkan.
"Katanya di Wonorejo ada dua SPPG, apa lebih mengutamakan yang dekat dulu, sementara yang jauh diabaikan? Saya hanya dapat membayangkan, sementara siswa di sekolah lain sudah merasakan dan menikmati MBG," keluhnya menutup pembicaraan.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai pendataan dan pemerataan distribusi program prioritas pemerintah tersebut di tingkat daerah, khususnya bagi lembaga pendidikan swasta dan madrasah yang berada di pelosok desa. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan konfirmasi mengenai kendala distribusi ke madrasah-madrasah tersebut. (Red)




