| Kondisi terkini jalan di Desa Sukodermo Kecamatan Purwosari Pasuruan Jatim |
Pasuruan - Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Purwosari kembali menjadi sorotan. Ruas jalan arteri Bakalan - Sengonagung yang berlokasi di Desa Sukodermo mengalami kerusakan parah juga dipenuhi dengan puluhan lubang-lubang menganga yang tersebar di berbagai titik. Kondisi ini memicu keluhan serta kekhawatiran dari warga setempat dan pengguna jalan yang melintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan ini tidak hanya berupa aspal yang mengelupas, tetapi juga lubang dengan kedalaman bervariasi yang mencapai 10 hingga 20 centimeter. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua saat malam hari atau ketika hujan turun, karena lubang sering kali tertutup genangan air.
Suara Warga dan Pengguna Jalan
Salah satu warga sekitar mengungkapkan bahwa kerusakan ini sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapatkan penanganan permanen yang maksimal.
"Sudah sering terjadi kecelakaan kecil, terutama motor yang terperosok karena mencoba menghindari lubang tapi malah bersenggolan dengan kendaraan lain. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum ada korban jiwa," ujar salah seorang warga Sukodermo saat awak media temui. Selasa (14/4/2026).
Senada dengan warga, para sopir kendaraan logistik yang kerap melintasi jalur ini juga mengeluhkan dampak kerusakan jalan terhadap kondisi kendaraan mereka, seperti kerusakan pada suspensi dan ban.
Poin Utama Keluhan Masyarakat:
Risiko Kecelakaan Tinggi: Lubang yang dalam dan lebar mengancam keselamatan pengendara motor.
Genangan Air Penipu: Saat hujan, lubang tidak terlihat dan berubah menjadi jebakan bagi pengguna jalan.
Warga berharap dan mendesak kepada pemerintah serta dinas terkait untuk segera melakukan pengaspalan ulang (overlay) atau setidaknya penambalan lubang secara darurat guna meminimalisir risiko kecelakaan. Masyarakat berharap perbaikan jalan arteri Bakalan - Sengonagung menjadi prioritas utama demi kenyamanan dan keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti langkah nyata dari pihak berwenang untuk meninjau lokasi dan memulai proses perbaikan. (Red)




