| Gunung Semeru kembali erupsi jelang hari raya idul fitri |
Lumajang – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 05.26 WIB.
Berdasarkan laporan petugas, tinggi kolom abu teramati mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur laut.
Secara kegempaan, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar lima menit. Selain itu, erupsi juga disertai awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan.
Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga), yang mengindikasikan adanya potensi bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan dampak langsung akibat awan panas yang terjadi pada pagi hari tersebut.
“Tidak ada dampak signifikan dari luncuran awan panas pagi ini. Namun, material vulkanik yang terbawa menyebabkan penumpukan di lereng gunung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi di kawasan sekitar Gunung Semeru.
“Jika terjadi hujan deras, material tersebut bisa memicu banjir lahar yang membahayakan warga, khususnya di sepanjang aliran sungai,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Warga diminta terus memantau informasi resmi dari pos pengamatan Gunung Semeru dan pihak berwenang.
“Saya berharap tidak terjadi hujan deras yang dapat memicu banjir lahar. Masyarakat tetap tenang, namun tetap siaga,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Semeru guna mengantisipasi potensi resiko yang dapat timbul, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Idul Fitri. (Sug/Red)




