Notification

×

Iklan utama destop

Utama Mobile

Indeks Berita

Kolaborasi Multipihak Perkuat Konservasi Hutan Pasuruan di Tahun 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:54 WIB Last Updated 2026-02-03T14:29:01Z
Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA) Tahun 2026 Kabupaten Pasuruan.


PASURUAN – Upaya penyelamatan lingkungan di Kabupaten Pasuruan memasuki babak baru. Bertempat di Alas Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Cempaka Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA) Tahun 2026, Senin (3/2/2026).

​Langkah ini menjadi sinyal kuat sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memulihkan ekosistem hutan yang kian menantang.

​Komitmen Hijau di Tengah Ancaman Lahan Kritis

​Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko, yang membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa tantangan lingkungan di Pasuruan tidaklah ringan. Saat ini, tercatat ada sekitar 30 ribu hektare lahan kritis yang memerlukan penanganan serius.

​"Kami akan terus mengawal proses konservasi, tidak hanya di kawasan Gunung Penanggungan, tetapi juga Arjuno Welirang dan Bromo. Melalui Perbup Nomor 224 Tahun 2023, mekanisme konservasi lahan kritis kini lebih terarah," tegas Yudha.

​Enam Tahun Konsistensi: 97 Ribu Pohon Tertanam

​Direktur Cempaka Foundation, Sarifudin Lathif, memaparkan rekam jejak panjang program ini. Sejak dimulai pada 2019 hingga 2025, kolaborasi ini telah berhasil menanam 97.747 pohon di atas lahan seluas 159,08 hektare dengan dukungan 34 perusahaan mitra.

​Keberhasilan ini didukung oleh aspek transparansi yang modern. Sejak 2023, Cempaka Foundation menggunakan aplikasi BumiBaik untuk memantau:

• ​Titik lokasi penanaman secara presisi.

• ​Laju pertumbuhan pohon secara real-time.

• ​Potensi serapan karbon dari setiap pohon yang ditanam.

​Hasilnya nyata. Pada evaluasi Desember 2025, tingkat hidup tanaman mencapai angka impresif 85 persen. Tanaman yang mati pun langsung dilakukan penyulaman (penanaman ulang) untuk memastikan keberlanjutan ekosistem.

​Target 2026: Menjangkau Delapan Lokasi

​Tahun ini, ambisi hijau Pasuruan semakin besar. Cempaka Foundation menargetkan penanaman 25.000 pohon di lahan seluas 35 hektare yang tersebar di delapan titik strategis.

​Hingga awal Februari 2026, sebanyak 18 mitra perusahaan dan instansi pemerintah telah memberikan komitmen nyata untuk menanam 20.250 pohon. Program ini juga diselaraskan dengan kewajiban perusahaan terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH).

​Dukungan Legislatif dan Sektor Swasta

​Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa, memberikan apresiasi tinggi terhadap model kolaborasi ini. Menurutnya, program KHDTA menciptakan efek domino yang positif bagi ekonomi lokal.

​"Program ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tapi juga berdampak pada kesejahteraan petani hutan yang terlibat langsung," ujar Adinda. 

​Senada dengan itu, Abdul Mukhid dari PT PLN Indonesia Power UBP Grati mengakui profesionalisme pengelolaan program ini. "Mulai dari perencanaan hingga pelaporan dilakukan secara transparan melalui sistem monitoring yang akuntabel," ungkapnya.

​Dengan peresmian program 2026 ini, Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan bahwa kunci utama pelestarian alam bukan lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama dalam satu irama kolaborasi. (Din/*Red)
×
Berita Terbaru Update
/* script Youtube Responsive */