| Gunung Semeru Kembali Erupsi Pada Jumat (13/2/2026) |
Lumajang — Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Erupsi tersebut disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur diperkirakan mencapai kurang lebih tiga kilometer dari puncak.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian, mengimbau masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan terdampak agar sementara waktu menghentikan seluruh aktivitas hingga kondisi dinyatakan aman.
Imbauan ini menyusul potensi bahaya lanjutan dari aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
“Diharapkan masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak kurang lebih 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas,” ujar Sigit.
Berdasarkan catatan pemantauan, sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB pada hari yang sama, Gunung Semeru tercatat mengalami 24 kali erupsi dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter.
Sehari sebelumnya, aktivitas erupsi bahkan lebih intens dengan total 60 kali erupsi dan amplitudo berkisar antara 10 hingga 23 milimeter.
Secara kumulatif, sejak 1 Januari 2026 hingga Jumat (13/2/2026), Gunung Semeru telah mengalami sekitar 300 kali erupsi.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan ancaman bagi wilayah sekitar.
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Pihak berwenang kembali mengingatkan warga di Kabupaten Lumajang dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rekomendasi keselamatan, serta mengikuti informasi resmi dari pos pemantauan dan instansi terkait. (Sug/Red)




