| Truk milik penambang pasir terjebak lahar dingin semeru |
Lumajang — Banjir lahar dingin yang berasal dari Gunung Semeru kembali menerjang kawasan Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Rabu sore (28/1/2026).
Peristiwa ini menyebabkan sebuah truk terjebak di tengah aliran sungai, sopir kendaraan selamat setelah berhasil melarikan diri.
Menurut keterangan AH (50), seorang warga Desa Supiturang yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian, truk tersebut tengah melakukan aktivitas penambangan pasir di area sungai.
Tiba-tiba, aliran lahar yang berasal dari letusan Gunung Semeru datang menghantam. Sang sopir, yang tak menyangka banjir lahar akan datang begitu cepat dan besar, segera meninggalkan kendaraannya dan berlari untuk menyelamatkan diri.
"Sepertinya sopir truk tidak mengira kalau banjir lahar datang dengan begitu besarnya, tapi alhamdulillah sopirnya selamat," ujar AH.
Setelah terjebak selama beberapa saat, truk yang sempat terhanyut oleh banjir lahar akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas setempat dan dipindahkan ke tepian sungai.
Meski begitu, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat, khususnya bagi para penambang pasir di kawasan aliran sungai yang rawan terjadi banjir lahar.
Petugas dan otoritas setempat mengimbau agar seluruh penambang pasir di sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bahaya erupsi Gunung Semeru yang dapat terjadi kapan saja.
"Cuaca saat ini memang sulit diprediksi, sehingga kami mengingatkan semua penambang pasir untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas di dekat aliran sungai pada saat cuaca buruk atau saat adanya tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik," jelas seorang petugas setempat.
Kejadian ini menambah panjang catatan bencana alam yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Semeru, yang terus memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Otoritas setempat terus berupaya memberikan peringatan dini dan melakukan evakuasi apabila diperlukan untuk menghindari korban jiwa. (Sug/Red)




