| Foto Istimewa |
GEMPOL, PotretMedia.com – Siang itu, Rabu (28/1), langit di atas Desa Kejapanan mungkin tampak seperti hari-hari biasanya. Namun bagi keluarga Teguh Budiyanto, hari ini akan selamanya tertulis sebagai luka yang teramat dalam.
Teguh, pria berusia 56 tahun asal Kelurahan Petungasri, Pandaan, harus mengakhiri perjalanannya di atas aspal panas. Ia menjadi korban tabrak lari dalam sebuah insiden memilukan yang menyisakan tanya dan rasa kehilangan yang menyesakkan dada.
Detik-Detik yang Merenggut Segalanya
Mengendarai motor Honda Vario kesayangannya bernopol N 5822 TAE, Teguh melaju dari arah utara menuju selatan.
Tidak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan—mungkin tentang makan siang di rumah, atau mungkin tentang keluarganya yang sedang menanti kepulangannya dengan hangat.
Nahas, setibanya di lokasi kejadian, takdir berkata lain. Motor yang dikendarainya menghantam bagian belakang sebuah dump truk. Tubuh renta Teguh terpelanting ke arah kiri, tepat di saat sebuah truk boks melaju searah. Tanpa sempat menghindar, pria paruh baya ini terlindas roda belakang truk tersebut.
"Korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan, Iptu Gagah Ananda Faizal, dengan nada berat.
Sepi di Tengah Keramaian
Yang paling menyayat hati bukanlah sekadar kecelakaan itu sendiri, melainkan apa yang terjadi setelahnya. Di tengah debu jalanan Bypass Gempol, kedua kendaraan besar yang terlibat justru terus memacu mesinnya ke arah selatan. Mereka pergi, meninggalkan tubuh Teguh yang tak lagi bernyawa sendirian di tengah jalan, tanpa kata maaf, tanpa rasa tanggung jawab.
Kini, motor Vario miliknya hanya bisa terdiam membisu di Poslantas Polsek Gempol sebagai saksi bisu perjuangan terakhir sang pemilik. Sementara itu, jenazah Teguh telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Watukosek untuk proses lebih lanjut.
Mencari Keadilan dalam Sunyi
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan (lidik) untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Teguh. Di balik angka-angka statistik kecelakaan jalan raya, ada seorang ayah, seorang suami, dan seorang teman yang kini telah tiada.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di balik kemudi ada nyawa yang sangat berharga, dan di setiap rumah, ada keluarga yang selalu berdoa agar orang-orang tersayang mereka pulang dengan selamat.
Selamat jalan, Pak Teguh. Semoga istirahatmu tenang di sana. (Din/*Red)




