| Vita dan Nesa di parade sound horeg Plintahan |
PASURUAN – Tradisi tahunan Sedekah Bumi di Dusun Plintahan, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berlangsung semarak dengan balutan hiburan modern berupa parade sound system raksasa atau yang dikenal dengan sebutan sound horeg, Sabtu malam (10/1/2026).
Kegiatan budaya yang sarat nilai spiritual tersebut berubah menjadi pesta rakyat berskala besar, menyedot ratusan pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya.
Sejak Sabtu sore, arus kedatangan warga terus meningkat, memenuhi hampir seluruh akses dan lorong desa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme masyarakat tampak tinggi untuk menyaksikan unjuk kekuatan audio dari sejumlah vendor sound system ternama di Jawa Timur.
Dentuman musik berdaya tinggi menggema silih berganti, menciptakan atmosfer meriah yang menjadi daya tarik utama acara tersebut.
Meski dikemas secara modern dan atraktif, esensi Sedekah Bumi sebagai ritual ungkapan rasa syukur tetap menjadi fondasi utama kegiatan.
Seluruh Rukun Tetangga (RT) di Dusun Plintahan terlihat aktif berpartisipasi, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.
Tokoh masyarakat Dusun Plintahan, Sochib, menjelaskan bahwa penggabungan unsur hiburan modern dalam pelaksanaan Sedekah Bumi merupakan bentuk adaptasi budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.
“Sedekah bumi ini adalah manifestasi rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diterima masyarakat. Momentum ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan antarwarga,” ujar Sokhib kepada awak media.
Ia menambahkan, di balik kemeriahan dentuman musik, terdapat doa bersama yang dipanjatkan demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga desa.
“Kami berharap seluruh masyarakat Plintahan senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah,” imbuhnya.
Antusiasme pengunjung juga datang dari kalangan generasi muda.
Dua gadis cantik asal Pandaan, Vita dan Nesa, mengaku sengaja hadir untuk menikmati kemeriahan cek sound horeg yang digelar di wilayah sekitar.
“Saya sangat senang dengan sound horeg. Kalau di sekitar Pandaan ada acara seperti ini, saya pasti datang,” ujar keduanya dengan wajah ceria.
Tak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi warga.
Sejumlah pelaku UMKM terlihat memadati area sekitar lokasi acara, memanfaatkan momentum keramaian untuk meningkatkan penjualan.
Perpaduan antara tradisi agraris dan fenomena budaya populer sound horeg tersebut sukses menjadikan Sedekah Bumi Desa Plintahan sebagai destinasi wisata budaya temporer yang ikonik di Kabupaten Pasuruan pada awal tahun 2026. (Sug/Red)




