| Tim Gabungan saat evakuasi korban tenggelam di sungai brantas |
MOJOKERTO - Warga di sekitar kawasan Jogging Track Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di Sungai Brantas, Minggu (4/1/2026) pagi.
Jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 09.45 WIB di Dam Pagerluyung, Kecamatan Gedeg.
Diduga akibat derasnya arus Sungai Brantas, jasad korban kemudian terseret ke arah timur hingga masuk wilayah Kota Mojokerto.
Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas gabungan bersama warga berhasil mengevakuasi jasad korban di area Dermaga Sungai Brantas, Jogging Track Jalan Hayam Wuruk.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena debit air sungai yang sangat tinggi.
Salah seorang warga setempat, Bagus, mengatakan derasnya arus sungai menjadi kendala utama saat proses evakuasi.
Bahkan, seorang warga yang tengah beraktivitas menggunakan jet ski turut membantu petugas dalam upaya penyelamatan tersebut.
“Arus sungainya sangat deras, sehingga relawan sempat kesulitan. Ada juga warga yang sedang bermain jet ski ikut membantu evakuasi,” ujarnya.
Dari hasil pengamatan awal, jasad perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Namun hingga kini, identitas korban belum diketahui.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Kapolsek Magersari, Kompol Amat, S.H., M.H., membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyatakan bahwa kasus penemuan mayat perempuan ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Identitas korban dan penyebab kematiannya masih kami dalami. Saat ini ditangani oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota,” tegasnya. (Sug/Red)




