| Gunung Semeru Meluncurkan awan panas guguran pada Rabu 14/1/2026 |
Lumajang — Gunung Semeru kembali mengalami aktivitas vulkanik berupa Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu (14/1/2026) siang.
Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperketat status siaga serta mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
PVMBG meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Berdasarkan hasil pemantauan, awan panas teramati meluncur sejauh kurang lebih 12 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 600 meter dari tepi sungai, karena di kawasan sepanjang Besuk Kobokan dinilai berpotensi terdampak perluasan awan panas guguran serta banjir lahar, terutama saat terjadi hujan.
“Untuk mewaspadai awan panas dan guguran lava, masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar lereng Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” imbaunya
Aktivitas vulkanik yang meningkat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Ibu Ima, warga Desa Supiturang, mengaku cemas dengan kondisi Gunung Semeru yang dalam beberapa hari terakhir kerap mengalami erupsi dengan intensitas cukup besar.
“Saya khawatir sekali dengan kondisi sekarang. Beberapa hari ini Gunung Semeru sering erupsi cukup besar, dan saya masih trauma dengan erupsi besar yang terjadi bulan lalu,” ujarnya dengan nada penuh kecemasan.
Sementara itu, perangkat desa bersama unsur terkait terus bersiaga di wilayah masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak lanjutan serta memastikan keselamatan warga apabila kondisi Gunung Semeru kembali memburuk.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan petugas, serta memantau informasi resmi dari instansi terkait guna menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. (Sug/Red)




