Notification

×

Iklan utama destop

Utama Mobile

Indeks Berita

Tamat! Raja Penadah Curanmor "480 Nusantara" Diciduk di Pasuruan

Senin, 08 Desember 2025 | 19:58 WIB Last Updated 2025-12-08T14:04:43Z
Foto Para Pelaku


PASURUAN—Jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur benar-benar dibuat bergetar!

Unit Reskrim Polsek Gempol berhasil melumpuhkan seorang penadah kelas kakap yang selama ini menjadi "hantu" incaran banyak Polres di Jatim. Dia adalah Ghofur (36), sang pemain besar yang menampung motor-motor curian lintas daerah.

Dari Pelaku Curanmor, Sampai ke Sang Raja

Penangkapan Ghofur bak menjaring ikan paus. Operasi ini dimulai dari penangkapan pelaku curanmor bernama Muhamad Sultoni (27), yang beraksi di sebuah rumah indekos di Dusun Kuwung, Gempol, pada Selasa (22/7).

Dalam pemeriksaan, Sultoni tak berkutik. Ia mengaku motor hasil kejahatannya sudah disiapkan untuk dijual kepada Ghofur. Informasi berharga ini langsung ditindaklanjuti polisi, yang bergerak cepat menggerebek lokasi persembunyian Ghofur di Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, satu pelaku lain, Suyanto dari Pasrepan, kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi sasaran utama polisi selanjutnya.

Mengenal "480 Nusantara": Julukan Maut Sang Penadah

Kapolsek Gempol, Kompol Giadi Nugraha, mengungkapkan bahwa nama Ghofur sudah sangat familier di telinga aparat.

"Ghofur ini penadah kelas berat. Reputasinya sudah dikenal se-Jawa Timur. Bahkan, sebagian petugas menjuluki dia '480 Nusantara' karena begitu banyaknya kasus penadahan yang mengarah padanya," ujar Kompol Giadi.

Julukan unik dan mengerikan itu merujuk pada Pasal 480 KUHP tentang Penadahan, sementara kata 'Nusantara' menggambarkan betapa luas dan masifnya rekam jejak kriminal Ghofur. Ia disebut sebagai tujuan akhir motor-motor curian yang didorong dari berbagai kota.

Kompol Giadi menegaskan, penangkapan ini adalah pukulan telak bagi seluruh sindikat curanmor.

"Penadah seperti inilah yang memicu pelaku curanmor terus beraksi. Ketika penadahnya kami tangkap, mata rantainya rusak. Ini adalah langkah vital untuk menekan angka curanmor," tegasnya.

Pengakuan Mengejutkan Sang Penadah

Saat dihadapkan di hadapan media, Ghofur tak bisa lagi mengelak. Ia mengakui perannya sebagai penadah. Dalam pengakuannya, volume bisnis haram ini sungguh mencengangkan.

"Sebulan rata-rata 5 sampai 10 motor. Kalau mobil, saya pernah 3 kali, semuanya jenis pikap," ucap Ghofur lirih, menggambarkan betapa produktifnya dia dalam menampung barang haram.

Polisi kini menyita sejumlah barang bukti dan memastikan pengembangan kasus tidak akan berhenti di sini. Jaringan yang terhubung dengan Ghofur, termasuk jalur distribusinya ke luar kota, sedang diburu.

"Pasti akan kami kembangkan karena TKP curanmornya cukup banyak di Jawa Timur. Kami akan kejar semua yang terlibat. Jaringannya harus diputus sampai ke akar!" pungkas Kompol Giadi. (Din/Red)


×
Berita Terbaru Update
/* script Youtube Responsive */