| Foto Jatanras Polda Jatim |
SURABAYA – Detik-detik mencekam bagi seorang pengemudi rental dari Pandaan, Pasuruan, milik Aufa Herely, akhirnya tuntas. Aksi brutal sekelompok penagih utang yang menjadikan sang driver sebagai tumbal dalam pusaran utang-piutang berhasil dipatahkan.
Satu per satu, anggota gerombolan penyandera itu diciduk oleh Tim Khusus Subdit III Jatanras Polda Jatim dalam operasi senyap pada Sabtu (29/11/2025).
Operasi Senyap Jatanras: Melacak Jejak di Balik Ancaman
Proses penyelamatan dan penangkapan pelaku tidaklah mudah. Tim Jatanras harus memutar otak dan bekerja dalam kerahasiaan total untuk mengendus jejak para pelaku. Mereka memburu sekelompok orang yang tega menyandera nyawa demi menagih piutang.
Kerja keras tim Jatanras akhirnya membuahkan hasil.
"Korban berhasil kami temukan dalam kondisi lemas, namun syukurlah selamat," ujar AKP M. Fauzi, Kanit III Subdit Jatanras Polda Jatim. "Kami langsung mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi keji penyekapan tersebut."
Fauzi menegaskan, praktik brutal penagihan utang dengan cara menyekap dan mengancam nyawa adalah tindak pidana serius.
"Tidak ada alasan apa pun untuk menyekap dan mengancam nyawa orang lain. Ini tindak pidana murni, bukan sekadar sengketa utang-piutang. Para pelaku akan dijerat pasal berlapis, termasuk ancaman kekerasan dan penculikan," tegas Fauzi, menjanjikan hukuman yang sangat berat.
Awal Mula Sang Driver Berinisial F Jadi Tumbal
Tragedi ini bermula dari skenario penyewaan mobil yang tampak normal. Pemilik rental, Aufa Herely, sempat membagikan kecemasannya di radio Suara Surabaya sebelum mengetahui nasib driver-nya.
- Penyewaan: Seorang perempuan berinisial Y menghubungi Aufa untuk menyewa mobil beserta sopirnya.
- Kesepakatan: Rute yang disepakati adalah Sidoarjo – Sampang – Malang dengan biaya sewa Rp1,4 Juta. Uang muka sebesar Rp400 Ribu diberikan.
- Keberangkatan: Aufa melepas mobil Honda Jazz putih berpelat AG 1335 RM, bersama driver berinisial F.
Petaka terjadi setelah rombongan tiba di Sampang.
Pada Selasa malam, driver F masih sempat memberi kabar. Namun, menjelang Rabu pagi, ponselnya mati total. Kecurigaan Aufa memuncak ketika titik GPS mobil tak bergeser sedikit pun di lokasi Sampang selama berjam-jam.
Panggilan Mencekam dari Ruang Sekap
Rabu sore, harapan sekaligus kengerian muncul. Driver F berhasil menghubungi Aufa. Dengan suara yang terdengar bergetar, ia mengaku sedang disekap oleh sejumlah orang.
F ternyata telah dijadikan tumbal dalam urusan utang piutang sebesar Rp58 Juta antara kelompok penyekap dengan perempuan berinisial Y, si penyewa mobil. Lebih keji, Y tega mengaku bahwa driver F adalah saudaranya sendiri untuk meloloskan diri dari jeratan utang tersebut.
Kini, mobil sudah diamankan. Kelompok penyekap harus menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat atas perbuatan mereka. Polda Jatim terus mendalami detail penyekapan yang membuat driver rental Pandaan ini menjadi traumatis tersendiri dan nyaris kehilangan nyawa. (Din/Red)






